Apresiasi Prof. Ali Kepada Sivitas Akademika FPIK UTU Atas Perolehan Akreditasi B Prodi Akuakultur
  • UTU News
  • 22. 03. 2019
  • 0
  • 321

MEULABOH – Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan-Universitas Teuku Umar (FPIK UTU), Prof. Dr. Muhammad Ali S, M. Si menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh sivitas akademika FPIK UTU dan seluruh jajaran Pimpinan UTU atas doa dan kerja keras dengan penuh ikhlas, Alhamdulillah Program Studi (Prodi) Akuakultur dapat memperoleh Akreditasi B dengan nilai 301 dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Atas perolehan peringkat Akreditasi B itu, Prof. Ali juga menyampaikan selamat atas keberhasilan perolehan akreditasi B untuk Program Studi Akuakultur FPIK, yang masih semester enam dan belum ada alumni. Penilaian tersebut berdasarkan Keputusan BAN-PT, 19 Maret 2019. “Perolehan akreditasi B Ini merupakan Rahmad Allah SWT yang perlu kita syukuri.  Semoga dapat diikuti oleh Program Studi (Prodi)  lain, tidak hanya Prodi yang ada di FPIK saja, tetapi seluruh Program Studi lain yang ada di UTU ini. Dalam waktu dekat, Insya Allah akan disusul mengikuti jajak Prodi Akuakultur adalah  Prodi Sumber Daya Akuatik (SDA) di FPIK ini. Mungkin Prodi Ilmu Kelautan masih dalam tahap menunggu”, ujar Prof. Ali S.

Untuk selanjutnya, Prof. Ali mengajak terutama seluruh sivitas akademika FPIK UTU untuk bekerja keras menyiapkan keperluan visitasi bagi Program Studi Sumbe daya Akuatik (SDA) yang sedang kita tunggu tim visitasi dari BAN-PT. Segala persiapan tentunya sekarang mulai kita lakukan rapat dengan dosen, dengan mahasiswa dan dengan pihak lainnya yang menjadi sumber informasi dalam kegiatan visitasi nantinya.

“Kami juga memohon doa dan dukungan, semoga Allah SWT memberikan nilai akreditasi terbaik kepada Prodi SDA nantinya seperti Prodi Akuakultur yang telah keluar nilai akreditasinya. Mari kita bersyukur kepada Allah SWT, semoga Allah SWT selalu memberi yang terbaik kepada kita, dalam rangka menuju masa depan UTU yang lebih baik di masa mendatang”, ujar Prof. Ali mengharapkan.

Prof. Ali S menyebutkan, dengan perolehan akreditasi B untuk Prodi Akuakultur tersebut merupakan salah satu untuk mendongkrat akredtasi institusi. Akreditasi B itu  sangat penting untuk akreditasi institusi UTU, karena salah satu sumber nilai yang paling utama untuk mendapatkan akreditasi institusi UTU adalah adanya akreditasi program studi  B di semua fakultas.

Setelah memperoleh akreditasi B untuk Prodi Akuakultur, selanjutnya perlu kita lakukan adalah sosialisasi ke sekolah-sekolah atau ke SMA/sederajat, guna menyampaikan bahwa kalau status Prodi sudah mendapatkan akreditasi B, berarti Prodi tersebut sudah aman, tidak ada masalah lagi untuk ijazah sarjana yang akan digunakan nantinya.

Ketua Prodi Akuakultur FPIK UTU, Farah Diana, S. Kel.,MP didampingi Sufal Diansyah, S. Kel.,M.Si, Sekretaris Prodi Akuakultur menjelaskan,  saat ini sudah ada empat Program Studi yaitu Prodi Perikanan (Akreditasi B), Prodi Akuakultur (Akreditasi B), Prodi Sumber Daya Akuatik,  sedang menunggu hadirnya tim visitasi dari BAN-PT. Sedangkan Prodi Ilmu Kelautan, belum menuju visitasi karena masih baru, dan penerimaan mahasiswa untuk Prodi Ilmu Kelautan baru dimulai tahun 2018.

Sebagaimana berita sebelumnya, Tim Asesor Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi (BAN-PT), melakukan visitasi (assessment lapangan) terhadap Program Studi (Prodi) Akuakultur Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan-Teuku Umar (FPIK-UTU). Tim Assesor BAN-PT yang melakukan visitasi tehadap Prodi Akuakultur adalah Prof. Dr. Ir. Andi Niartiningsing (dari Universitas Hasanuddin) dan Prof. Dr. Ir. Widanarni (Institut Pertanian Bogor).

Tim asesor bertugas memeriksa kembali borang serta bukti dokumen yang mendukung serta melihat langsung ketersediaan fasilitas untuk proses pembelajaran seperti Laboratorium, perpustakaan, ruang kelas, ruang dosen, himpunan mahasiswa Program Studi dan fasilitas lain yang mendukung.

Selain melakukan pemeriksaan dokumen dan fasilitas, tim asesor juga melakukan wawancara dengan dosen, mahasiswa dan calon pengguna alumni (pemerintahan, DKP Aceh Barat, Bappeda Aceh Barat) dan Swasta). Diakhir proses assessment lapangan, tim asesor memberikan beberapa saran untuk pengembangan Program Studi Akuakultur, diantaranya; perincian pada visi dan misi, proses pengembangan melalui pilar-pilar pencapaian, meningkatkan fasilitas dan memaksimalkan yang telah tersedia serta melakukan sosialisasi program studi dengan metode yang lebih menarik. “Kita semua berharap agar Program Studi Akuakultur mendapatkan hasil yang baik”, ujar Hafinuddin mengharapkan. (zakir)

Lainnya :