Awal 2020, UTU Tambah Doktor Baru di Bidang Perikanan
  • UTU News
  • 23. 01. 2020
  • 0
  • 740

MEULABOH, UTU - Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Universitas Teuku Umar, Uswatun Hasanah, S.Si., M.Si yang merupakan dosen tetap di Program Studi Perikanan, hari ini, Kamis (23/01/2020) berhasil meraih gelar doktor bidang Matematika dan Ilmu Sains di Program Pascasarjana Universitas Syiah Kuala - Banda Aceh.

Dipromotori oleh Prof. Dr.rer.nat. Rinaldi Idroes, S.Si dengan Co Promotor Dr. Eka Safitri, S.Si., M.Si dan Prof. Dr. Lee Yook Heng melalui penelitian disertasi berjudul “Pengembangan dan Karakterisasi Biosensor Optik Trigliserida Berbasis Membran Hidrogel Pektin”, Uswatun Hasanah dikukuhkan gelar doktor di gedung Sekolah Pascasarjana Unsyiah yang dipimpin oleh ketua sidang / Wakil Rektor 1 Unsyiah Prof. Dr. Ir. Marwan dan Sekretaris Sidang Wakil Direktur 1 PPs Unsyiah, Prof. Dr. Syahrun Nur, S.Si., M.Si. Adapun penguji internal bidang konsentrasi masing-masing Dr. Khairi, S.Si., M.Si dan Prof. Dr. Ir. Marlina, M.Si; dari unsur senat Universitas Prof. Dr. Mustanir, M.Sc serta penguji eksternal Prof. Dr. Ing. Setyawan Purnomo Sakti, M.Eng dari Universitas Brawijaya.

Uswatun dalam abstrak disertasinya menjelaskan trigliserida merupakan salah satu indikator penentu kesehatan. Pendeteksian trigliserda telah dikembangkan dengan berbagai instrumen seperti metode titrimetri, kolorimetri, enzim kolorimetri, spektrofotometri, kromatografi, fluorometrik dan resonansi magnetik nuklir, namun secara teknik ini mahal, dibutuhkan keahlian khusus untuk dapat mengoperasikannya, dan membutuhkan waktu yang lama untuk preparasi sampel.

Selanjutnya, menurut ibu dari 5 anak ini, biosensor optik adalah alternatif solusi terhadap permasalahan teknis analisis tersebut untuk penentuan TG secara akurat, spesifik dan cepat dan juga dalam sistem pengukurannya tidak akan terpengaruh oleh gangguan ionik. Matrik dalam konstruksi biosensor memainkan peranan penting untuk menjaga stabilitas biosensor selama proses pengukuran. Matrik dari polimer bahan alam menawarkan keuntungan yang signifikan dari pada matriks sintetis karena afinitas yang tinggi terhadap enzim, mudah diderivatisasi dan banyak tersedia di alam. Salah satu polimer alam adalah pektin dan dapat dibuat menjadi membran hidrogel menggunakan metode ikat silang menggunakan CaCl2.

Hasil disertasi dipresentasikan dengan sangat baik sehingga Uswatun Hasanah mendapatkan yudisium Cum Laude dengan nilai IPK sempurna yaitu 4.0. Uswatun Hasanah mampu menyelesaikan pendidikan Doktoralnya selama 4 tahun 5 bulan.

Capain selama tugas belajar juga cukup membanggakan, yaitu 2 buah junal internasional terindeks scopus dan thomson Q2, proseding internasional terindeks scopus dan 1 paten dan 2 paten sedehana yang sudah terdaftar.

Selain ditemani kerabat dekat, hadir dalam sesi sidang promosi doktor terbuka Uswatun Hasanah antara lain para Wakil Rektor UTU yaitu Dr. Alfizar, DAA, Dr. Ishak Hasan, dan Dr. Mursyidin, MA dan Rektor Senior UTU, Ayah Alfian Ibrahim, MS. Selian itu turut hadir Dekan FPIK UTU, Prof. Dr. M. Ali Sarong, M.Si, para wakil dekan FPIK UTU, Dr. Muhammad Rizal, M.Si dan Hafinuddin, M.Sc. Dekan FISIP UTU, Basri, MH, Wakil Dekan 1 FE UTU, Dr. Syahril, M.Si, Dosen FPIK UTU, Dr. Edwarsyah, M.Si dan Anggota DPRA Fraksi PAN, Fuadri, S.Si., M.Si dan para dosen UTU yang sedang menempuh pendidikan doktoral di Unsyiah hadir memberikan dukungan moril.

Prestasi perempuan kelahiran Medan, 21 mei 1978 dalam bidang akademik ini juga mendapat apresiasi dari Rektor UTU, Prof. Dr. Jasman J. Ma’ruf, SE., MBA. Rektor menyampaikan ucapan selamat dan berharap tambahan Dosen bergelar Doktor di FPIK ini dapat menambah semangat Prodi dan Fakultas untuk meningkatkan Akreditasi ke yang lebih baik.

Dengan bertambahnya gelar Doktor yang diperoleh oleh Uswatun Hasanah, menambahkan jumlah doktor di UTU menjadi 9 orang, semoga tambahan doktor baru dapat memberi berkah bagi lembaga. Rektor berharap pengukuhan gelar Doktor bisa menambah kekuatan UTU dari segi sumber daya manusia untuk persiapan Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) UTU menuju akreditasi Unggul (A)” tandas Prof. Jasman. (Aduwina / Humas UTU).

Komentar :

Lainnya :