Dosen Pusat Bahasa UTU Lakukan Teknik Storytelling Bagi Siswa SMA
  • UTU News
  • 01. 11. 2018
  • 0
  • 257

MEULABOH -  Dua dosen dari Lembaga Pusat Bahasa Universitas Teuku Umar (LPB-UTU), Rina Syafitri, S.P.I.,M.Pd dan Faizatul Husna, MA turut melakukan pengabdian pendampingan konservasi penyu melalui teknik bercerita (storytelling) menggunakan bahasa inggris kepada siswa SMA Negeri I, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh  

Mohammad Gazali, M.Si, Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan-Universitas Teuku Umar (FPIK-UTU) mengatakan, akhir-akhir ini kegiatan eksploitasi penyu beserta turunannya semakin memprihatinkan. Untuk itu, salah satu upaya menjaga kelestarian penyu laut tersebut kedua  dosen tersebut turut berpartisipasi melakukan kegiatan pengabdian masyarakat melindungi ekosistem penyu melalui teknik storytelling bagi kalangan pelajar SMA Negeri I Samatiga, Aceh Barat.

Melalui kegiatan sosialisasi tersebut diharapkan bisa menumbuhkan dan meningkatkan upaya menjaga kelestarian penyu laut secara berkelanjutan.  Penyu merupakan hewan yang terancam punah masuk dalam redlist IUCN. Meskipun upaya sosialisasi konservasi penyu sudah dilakukan oleh Pemerintah Daerah dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), namun, kegiatan tersebut dinilai masih kurang efektif  bagi  masyarakat pesisir.

Disisi lain, kata Mohammad Gazali, generasi muda terkesan belum  dibekali pengetahuan dan informasi yang memadai terkait upaya konservasi penyu yang ada di Wilayah Kabupaten Aceh Barat. Kegiatan pengabdian menjaga kelestarian penyu terus dilakukan sejak bulan September 2018 hingga sekarang dengan melibatkan 50 siswa kelas di SMAN 1 Samatiga Aceh Barat.

Menurut Mohammad Gazali, alasan dipilihnya SMA Negeri I Samatiga tersebut  karena lokasi sekolah tersebut  berada dikawasan pesisir dan dekat dengan bioekologi penyu. Dikawasan Kabupaten Aceh Barat  itu, terdapat tiga desa pesisir yang yang telah teridentifikasi sebagai areal peneluran penyu yaitu Desa Lhok Bubon, Suak Seumaseh, dan  Meureubo. “Untuk itu, diharapkan para siswa sebagai  generasi muda nantinya yang sadar akan keberadaan habitat penyu disekitar Anda supaya terlibat aktif menjaga dan melestarikan keberlangsungan hidup penyu”, ujar Mohammad Gazali.

Dijelaskan, teknik bercerita dalam bahasa inggris itu  dikemas dalam kegiatan yang menarik dengan menyertakan games berupa retelling story oleh siswa dan pemecahan puzzle yang berkaitan dengan kehidupan dan siklus hidup penyu. Materi dan bacaan siswa juga didesain sebaik mungkin dengan memasukkan perkembangan terkini mengenai bioekologi penyu dalam teks dan video animasi full berbahasa Inggris , sehingga diharapkan para siswa juga mendapatkan penambahan kosa kata (vocabulary) terbaru.

Selama proses kegiatan berlangsung, terlihat siswa-siswi dalam setiap sesi yang diberikan sangat antusias mengikutinya.  Pengetahuan para siswa akan kehidupan penyu pun bertambah yang dibuktikan dengan hasil evaluasi materi dan kuis diakhir pertemuan, ujar Mohammad Gazali. (Zakir)

Lainnya :