Dosen UTU Ikuti Presidential Lecturer dan Kuliah Umum Bersama Presiden RI
  • UPT_TIK
  • 02. 04. 2018
  • 0
  • 550

Jakarta – Universitas Teuku Umar mengirimkan delegasi 2 orang dosen CPNS pada kegiatan Presidential Lecturer yang diadakan di Gedung Istora Senayan, Jakarta 26-27 Maret 2018. Delegasi yang dikirim adalah Amsal Irmalis, M.Sc, Dosen Fakultas Ekonomi dan Meylis Safriani, ST., MT, Dosen Fakultas Teknik. Kedua perwakilan UTU tersebut bergabung bersama 148 peserta lainnya dari berbagai Perguruan Tinggi yang ada di Indonesia.

“Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) memilih 150 peserta dari berbagai Perguruan Tinggi yang ada di Indonesia berdasarkan kriteria peserta CPNS yang termuda dan berasal dari putera/puteri daerah. Sementara itu secara keselurahan kementerian yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 5.165 dari jumlah CPNS yang diterima di tahun 2017 yakni sebanyak 34.167 orang,” jelas Meylis mengutip data dari panitia.

Untuk diketahui, Presidential Lecturer merupakan salah agenda yang dibuat Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) yang diisi dengan agenda Kuliah Umum bersama Presiden Republik Indonesia. Selain kuliah umum, kegiatan ini juga berisikan materi tentang pembekalan CPNS 2018 dengan pemateri yang berkaliber diantaranya, Menteri Keuangan, Sri Mulyani, Kepala BPIP, Yudi Latif, dan Nadiem Makarim selaku CEO Gojek.

Kegiatan Presidential Lecturer terdiri dari pembukaan Acara oleh Menpan RB, Kuliah Umum disampaikan oleh Presiden Republik Indonesia yaitu Bapak Ir. H. Joko Widodo, permainan Angklung secara bersamaan oleh seluruh peserta CPNS 2017, penyerahan Rekor MURI Internasional “Permainan Angklung dengan peserta yang teramai”, dan beberapa materi dari Menteri dan tokoh-tokoh nasional.

Kegiatan yang bertemakan “Bersatu dalam Harmoni: Menuju Birokrasi Berkelas Dunia Tahun 2024” tersebut dibuka secara langsung oleh Menteri PANRB, Asman Abrur. Menpan RB menyatakan proses penyeleksian CPNS sudah bersih dan transparansi sehingga tidak ada kecurangan-kecurangan yang terjadi.

“Proses ini diharapkan agar CPNS yang terseleksi benar-benar adalah putra/putri bangsa yang terbaik dari yang terbaik sehingga dapat membuat negara Indonesia menjadi lebih maju. Bapak Presiden Jokowi menyampaikan pesannya terhadap ribuan CPNS hasil rekrutmen 2017 bahwa Aparatur Negeri Sipil (ASN)/Birokrat agar harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, dapat bekerja dengan cepat dan berani berinovasi, serta memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap perkembangan IPTEKS,” jelas Menpan RB.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan pesan agar para birokrat muda yang baru saja diterima sebagai CPNS harus bertanggung jawab secara sosial dan diharapkan dapat menjadi birokrat yang terbebas dari perilaku korupsi selama menjalankan tugasnya. 

Dikesempatan yang sama Yudi Latif menyampaikan pesan bahwa para birokrat muda perlu mengamalkan pancasila dalam melakukan tugasnya sehari-hari dengan mengedepankan kepentingan rakyat, bangsa, serta negara di atas kepentingan yang lain, dan Bapak Nadiem selaku CEO Gojek menyampaikan pesan bahwa pentingnya memiliki skill/keterampilan dalam bekerja yang bertujuan untuk memudahkan pekerjaan dimana saat ini perkembangan teknologi sangat cepat.  

Selain itu, Kemenristekdikti juga mempersiapkan berbagai materi kepada 150 CPNS Kemenristekdikti yang telah dipilih. Kegiatan ini diadakan di Hotel Sultan, Jakarta Pusat dan materi mulai diberikan ke peserta setelah Kegiatan Presidential Lecturer. Materi disampaikan oleh Kepala Biro Sumber Daya Manusia Kemristekdikti mengenai Pembinaan Karir ASN, Renstra Kemenristekdikti disampaikan oleh Kepala Biro Perencanaan Kemristekdikti, dan Hak dan Kewajiban ASN yang disampaikan oleh Kepala Biro Perencanaan Kemristekdikti. Tujuan dari kegiatan ini  agar peserta CPNS Kemenristekdikti mendapatkan pemahaman bagaimana menjadi Aparatur Negeri Sipil (ASN) memiliki sifat yang bersih dan bersikap melayani terhadap kebutuhan masyarakat, dapat memahami bagaimana menjadi Abdi Bangsa yang berkompeten di bidangnya serta memiliki perilaku sesuai dengan pengamalan pancasila. Selain itu, peserta CPNS memahami jenjang Karir CPNS, fungsi ASN, hak dan kewajiban yang perlu dilakukan oleh seorang ASN. Peserta CPNS terutama CPNS Kemenristekdikti memahami perlunya peningkatan daya saing bangsa melalui Pendidikan Tinggi serta salah satu indikator kunci keberhasilan kinerja Pendidikan Tinggi melalui adanya publikasi jurnal internasional dan HAKI.

 

LAMPIRAN FOTO-FOTO KEGIATAN

Kegiatan Kuliah Umum bersama Presiden RI (Presidential Lecturer) diselenggarakan di Gedung Istora, Senayan, Jakarta Pusat

Pemaparan materi dari Menteri Keuangan

Pemaparan materi tentang Hak dan Kewajiban ASN oleh Kepala Biro Perencanaan Kemristekdikti

Pemaparan materi tentang Pembinaan Karir ASN oleh Kepala Biro Sumber Daya Manusia Kemristekdikti

Foto Bersama para peserta CPNS Kemenristekdikti

Lainnya :