Dua Pejabat UTU Diundang Mengikuti Tracer Study di Banda Aceh
  • UTU News
  • 17. 10. 2018
  • 0
  • 235

MEULABOH - Dalam upaya mendorong lembaga perguruan tinggi lebih terfokus pada proses pelacakan alumni, dua pejabat dari Universitas Teuku Umar (UTU) diundang oleh Kopertis XIII untuk mengikuti workshop bantuan pengembangan pusat karir dan studi pelacakan jejak alumni (tracer study) 2018. Dengan harapan, UTU dapat melahirkan lembaga pusat karir dan tracer study, meski lembaga tersebut masih dalam binaan bidang kemahasiswaan.

Dua pejabat mewakili Universitas Teuku Umar (UTU)  yang ikut  workshop bantuan pengembangan karir dan tracer study adalah Hj. Afnizar Sabriaty, SE.,M.Si (Kabag Kemahasiswaan),  dan  Muhammad Idris, M.Pd (Kasubbag Kemahasiswaan).  Workshop tersebut dilaksanakan  di Universitas Syiah Kuala (Unsyiah)-Banda Aceh, 16 Oktober 2018, pesertanya berasal dari berbagai wilayah yang telah ditentukan oleh Kemenristekdikti.

Tujuan dilaksanakan workshop tersebut  untuk mendorong seluruh kampus yang ada di Indonesia agar lebih terfokus pada pengembangan proses pelacakan alumni yang saat ini sedang  berada diluar kampus dan dimana alumni tersebut bekerja. Dengan adanya motivasi seperti itu,  kampus tidak hanya melahirkan para sarjana saja, namun perlu  ada barometer yang jelas dan output yang sesuai dengan harapan yang diinginkan oleh setiap perguruan tinggi.

Muhammad Idris ketika dikonfimasi Redaktur Website UTU mengatakan, kegiatan tracer study kini sudah seharusnya dilaksanakan oleh seluruh kampus yang ada di indonesia, sehingga banyak kampus di Indonesia sudah membentuk tim tracer study yang menjadi bagian kerja dari lembaga yang disebut dengan pusat karir dan tracer study, artinya lembaga dimaksud sudah menjadi Unit Pelaksana Teknis (UPT) tersendiri.

Workshop tersebut merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh pusat karir dan tracer study yang tidak hanya melakukan pelacakan alumni, melainkan juga para lulusan perguruan tinggi sebelum mereka mengikuti kegiatan wisuda, lulusan sarjana harus diberikan pembekalan penguatan kapasitas mengikuti  cara-cara melamar kerja dengan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan cara menulis surat kerja, pelatihan public speaking dan lain-lain.

Selain itu, kata Muhammad Idris, lembaga pusat karir juga akan menjadi pusat informasi lowongan kerja serta dapat juga melakukan penjajakan kerjasama dengan berbagai perusahaan yang ada diwilayah masing-masing dan bahkan dibeberapa kampus sudah ada juga yang melakukan expo lowongan kerja. “Dalam workshop ini juga dijelaskan tentang bagaimana mempersiapkan proposal untuk mendapatkan dana hibah dari Kemenristekdikti. Dana dimaksud berupa  bantuan hibah pengembangan pusat karir dan tracer study setiap dua tahun sekali”, ujar Muhammad Idris. (Zakir)

Lainnya :