Halal Bi Halal dan PeusijuekPimpinan UTU Calon Jamaah Haji   
  • UTU News
  • 13. 07. 2018
  • 0
  • 641

MEULABOH – Pelaksanaan halal bi halal sivitas akademika Universitas Teuku Umar (UTU), yang digelar di Aula Utama UTU, 12 Juli 2018, berjalan sukses. Kegiatan ritual keagamaan itu, dilanjutkan dengan peusijuek (menepung tawari) Pimpinan UTU calon jamaah haji tahun 2018 ini.  Penceramah halal bi halal disampaikan  Ustazi, M.Pd.I.

Dalam suasana yang penuh kekeluargaan, keharmonisan dan kekompakan tampak terlihat halal bi halal itu, dihadiri dan dipadati para pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa UTU, meskipun perkuliahan belum dimulai. Setelah Rektor UTU, Prof. Jasman menyampaikan pengantar singkat, diselingi siraman rohami oleh penceramah Ustazi, lalu dilajutkan dengan peusijuek terhadap Pimpinan UTU yang akan berangkat ke tanah suci tahun 2018 ini.

Pimpinan Universitas Teuku Umar (UTU) yang dipeusijuek sebagai calon jamaah haji berangkat tahun 2018 ini ke tanah suci adalah Rektor UTU, Prof. Dr. Jasman J. Ma`ruf, SE.,MBA bersama isterinya  Ardawalis Bin Abdurrahman, Dekan Fakultas Pertanian UTU, Ir. Rusdi Faizin, M.Si, dan Kepala Biro Akademik, Perencanaan dan Kehumasan, Burhanuddin, SE beserta isteri.  Halal bi halal juga dilanjutkan  dengan makan bersama sesama sivitas akademika. 

Dalam pengantar singkat, Rektor UTU Prof. Jasman mengharapkan, dengan terlaksananya kegiatan halal bi halal ini menjadikan seluruh sivitas akademika UTU untuk selalu bersemangat dalam bekerja, memperkokoh silaturrahmi, memperkuat tali persaudaraan, serta selalu berkarakter mulia, dan berbudi baik sesuai dengan yang dicontohkan Rasul kita Muhammad SAW.  

Dalam ceramahnya Ustazi antara lain mengatakan, “Kalau kita mau bersatu, segela bentuk persepsi yang berbeda, kita akan paling mudah bersatu dan disatukan dibawah kalimah, “Laailaha IllallahMuhammadur Rasulullah”.  Berbeda pendapatan, berbeda warna kulit, berbeda status sosial,  bukan tujuan untuk berperang tapi untuk saling mengenal (Lita`rafu), saling membahu, untuk saling dekat  dalam hal kebaikan (Fastabiqulkhairat). Setelah kita tiada, lalu apa yang bisa kita tinggalkan di dunia ini, maka jangan silau, dan jangan terpedaya dengan dunia. Ustazi juga mengajak semua hadirin untuk selalu menjaga dan memelihara ucapan, sikap dan perilaku agar  terhindar dari perkataan yang tidak berguna, yang tidak bermanfaat. (Muzakkir)

Lainnya :