HIMASOS FISIP UTU Gelar Kajian Agama “Urgensi Adab dalam Dunia Perkuliahan”
  • UPT_TIK
  • 25. 09. 2021
  • 0
  • 614

MEULABOH, UTU – Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Sosiologi (HIMASOS), Program Studi (Prodi) Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Teuku Umar (FISIP UTU) melaksanakan kajian agama dan perkembangan teknologi secara rutin setiap bulan. Pesertanya adalah mahasiswa Prodi Sosiologi dan sejumlah mahasiswa lain dalam lingkup FISIP.

Kajian perdana bulan ini, berlangsung, Minggu, 25 September 2021, secara virtual melalui zoom meeting, dengan pemateri ustaz Samwil, S.Pd.I.,MA, Ketua Pusat Koordinator Mata Kuliah Umum (MKU), Universitas Teuku Umar (UTU). “Materi yang disampaikan oleh ustaz Samwil kali ini bertema, “Urgensi Adab Dalam Dunia Perkuliahan Melalui Media Zoom”

Ustaz Samwil antara lain menyampaikan, adab merupakan hal terpenting di dalam Islam sebagai penyempurnaan agama dan iman. Disamping itu, adab juga memiliki kedudukan yang lebih tinggi diatas ilmu. Untuk itu, sebagai seorang mahasiswa diwajibkan menyempurnakan adabnya agar mendapatkan keberkahan ilmu, keberkahan rezeki, serta keberkahan umur.

Ustaz Samwil memberi pemahaman, adab bukan hanya sebatas menghargai dan menghormati orang lain, akan tetapi adab memiliki cakupan yang sangat luas seperti adab terhadap Allah SWT, adab terhadap diri sendiri, adab terhadap lingkungan, serta adab dalam pemanfaatan waktu yang telah diberikan oleh Allah SWT.

Sebelumnya, Ketua Himpunan Mahasiswa Sosiologi (HIMASOS), Iskandar Muda dalam sambutannya menyampaikan, bahwa kajian ini merupakan agenda rutin yang akan dilaksankan setiap bulannya dengan tema dan pemateri yang berbeda-beda. “Setiap kajian akan disesuaikan dengan momentum dan kebutuhan mahasiswa”. 

Iskandar menyebutkan, dasar pelaksanaan kajian rutin bulanan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa dalam bidang agama serta menumbuhkan kesadaran untuk melaksanakan ajaran agama sesuai dengan perkembangan teknologi informasi saat ini. 

“Sudah menjadi tantangan baru dikalangan mahasiswa yang terus mengikis jati diri mahasiswa sebagai makhluk teogenetis, penyimpangan perilaku, penyalahgunaan narkoba semakin kerap terjadi di kalangan akademisi sehingga dirasa perlu untuk dibekali pemahaman agama sebagai tindakan preventif”, ujar Ketua Bidang Keagamaan, Cantika Margaretha Baro Panjaitan.(***)

Lainnya :