• UTU News
  • 09. 12. 2018
  • 0
  • 537

MEULABOH -  Komisi Independe Pemilihan (KIP) Provinsi Aceh menggandeng Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Teuku Umar mengadakan kegiatan, “KIP Aceh Goes to Campus, Pemilih Cerdas Anti Hoax" dengan tujuan melakukan sosialisasi berkenaan dengan  pemilihan umum 2019 yang akan dilaksanakan serentak pada17 April 2019. Kegiatan KIP Aceh Goes to Campus dilaksanakan di Aula Universitas Teuku Umar,  6 Desember 2018.

Sosialisasi KIP Goes To Campus dibuka oleh Dekan Fisip Dr. Mursyidin MA. Hadir sebagai narasumber Komisioner KIP Aceh adalah Akmal Abzal, S.HI. Acara sosialisasi ini dihadiri Wakil Dekan 1 Fisip, Surdarman M.Ag, Wakil Dekan 2 Fisip, Nellis Mardhiah M.Sc, jajaran KIP Aceh lainya, Keuchik Se Kecamatan Meureubo, dosen  dan mahasiswa lingkup Fisip. Acara tersebut dipandu oleh Fiandy Mauliansyah, MA, ujar Apri Rotin Djusfi, SH, MH yang saat ini sedang melanjutkan Kuliah Program Doktor di Unsyiah.

Dekan Fisip, Dr. Mursyidin menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kepercayaan panitia menggelar kegiatan baik ini di kampus Fisip UTU . “Kami senang dan bangga, Semoga kerjasama yang baik ini terus kita jaga untuk kebaikan bersama. Kami juga berharap dengan diadakannya acara seperti ini, mahasiswa dapat memperoleh informasi yang segar diluar dari pengetahuan yang didapat di kelas. Kegiatan ini juga dapat memberikan manfaat tidak hanya kepada mahasiswa, dosen dan penyelenggara pemilu tetapi juga untuk masyarakat luas”, ujar Mursyidin.

KIP Aceh Goes to Campus dilaksanakan untuk menarik minat para pemilih pemula yaitu mahasiswa agar menggunakan hak pilihnya dengan benar. Sosialisasi ini anti sara no hoax untuk menjadikan pemilih berdaulat negara kuat. “Hal ini kami lakukan mengingat banyaknya para pemilih pemula yang acuh atau memilih golput dengan tidak menggunakan hak suaranya. Para pemilih pemula seakan akan tidak peduli atau tidak memiliki tanggung jawab politik”, ujar Akmal 

Akmal Abzal juga berharap kepada mahasiswa agar dapat  berperan aktif dalam melawan hoax untuk menjadikan pemilih berdaulat negara kuat. Diharapkan juga jangan sampai mahasiswa UTU menjadi golput. “Kalau ada mahasiswa yang golongan putih (golput) dalam pemilu itu artinya Anda sebagai mahasiswa telah menyia-nyiakan harapan bangsa dan negara”, ujarnya.

Akmal mengtakan, pemilu merupakan indikator dari majunya  demokrasi di suatu Negara, karena pemilu merupakan pilar utama dalam demokrasi.  Pemilu juga merupakan tanggung jawab politik dari setiap warga Negara karena itu diperlukannya partisipasi dari setiap warga Negara. Pemilu tanpa partisipasi akan menjadi sebuah ironi. Sosialiasi juga dilanjutkan dengan diskusi publik para peserta, disamping pemberian doorprize bagi pemenangya dan bagi peserta yang berhasil menjawab pertanyaan yang diajukan Komisioner KIP Aceh.(Zakir)

Lainnya :