Mahasiswa PKM-FPIK Gelar Simulasi Bencana Gempa dan Tsunami
  • UTU News
  • 06. 05. 2019
  • 0
  • 840

MEULABOH-Mahasiswa Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Pengabdian Kepada Masyarakat - Universitas Teuku Umar (UTU) melaksanakan Simulasi Bencana Gempa Bumi dan Tsunami, di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat, 22 April 2019.

 Simulasi bencana gempa bumi dan tsunami dilaksanakan oleh PKM Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Aceh Barat. Joni, salah seorang narasumber dari BPBD Aceh Barat menjelaskan, bencana terbagi atas tiga  bagian  yaitu bencana alam, bencana non-alam dan bencana sosial. Sementara, Ferdi narasumber kedua menyampaikan tentang pertolongan pertama kepada korban apabila tertimpa bencana atau kecelakaan.

Muhammad Nurdin, salah seorang peserta menjelaskan, peserta yang ikut dalam kegiatan simulasi tersebut adalah para santri dan mahasiswa. Mereka mengikuti simulasi gempa bumi dan bencana tsunami  penuh antusias. Kegiatan yang dilakukan dalam simulasi tersebut meliputi pertolongan pertama dan mengevakuasi korban ke tempat yang lebih tinggi.

Mohamad Gazali, S.Pi., M.Si selaku Dosen Pembimbing PKM Pengabdian Kepada Masyarakat tahun 2019 mengatakan, kegiatan simulasi kebencanaan yang bekerjasama dengan BPBD Aceh Barat merupakan salah satu bagian dari Tema PKM-M yaitu GO BEBAS (Gerakan Organisasi Bencana Berbasis Syari’at Islam) Kepada Santri Dayah Ahlussunnah Wal-Jamaah Anuwarul Babissalam.

Mohamad Gazali, yang juga sebagai Ketua Prodi Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Teuku Umar (FPIK UTU) menyampaikan, para santri dan mahasiswa harus dibekali dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan tentang kebencanaan karena Wilayah Aceh Barat merupakan wilayah yang sangat rentan dengan bencana gempa bumi dan tsunami.

“Kita belajar dengan pengalaman bencana tsunami yang ada di pesisir pantai bahwa kita harus mengetahui tanda-tanda terjadi bencana tsunami seperti air laut tiba-tiba surut sehingga ikan menggelempar ke permukaan dan naluri hewan di lautan lebih peka dibandingkan manusia terhadap tanda-tanda tsunami. Oleh karena itu, para santri dan mahasiswa dapat memainkan peranan penting dalam usaha penyelamatan terhadap masyarakat dari bencana alam”, ujar Gazali.(zakir)

 

Lainnya :