Mahasiswa Prodi Hukum Fisip-UTU Mengabdi di Desa Blang Langoe-Nagan Raya
  • UTU News
  • 14. 02. 2019
  • 0
  • 177

MEULABOH – Mahasiswa yang tergabung dalam organisasi HMJ Program Studi Ilmu Hukum-Universitas Teuku Umar (UTU) telah melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan tema, “Wawasan Kebangsaan” di Desa Blang Langoe Kec.Seunagan Timur Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, 11 Februari 2019

Apri Rotin Djusfi, SH.,MH, Dosen Ilmu Hukum Fisip-UTU menjelaskan, kegiatan pengabdian yang dilakukan mahasiswa Prodi Ilmu Hukum tersebut disambut baik seluruh lapisan masyarakat.  “Ini merupakan suatu kegiatan yang sangat benilai positif bagi kami masyarakat, mengingat gerakan mahasiswa adalah merupakan suatu gerakan untuk kemajuan yang lebih baik tentunya, kami sangat mendukung hal ini dan semoga bermanfaat bagi semua lapisan masyarakat ”, sebut Keuchik Desa Blang Langoe, Odi Yantri.

Hingga  sampai ke Desa Blang Langoe, dosen dan mahasiswa harus melewati sungai dengan menggunakan Perahu Mesin. Perjalanan memakan waktu sekitar 3 kilometer.  Infrastruktur di desa tersebut terlihat masih sangat seadanya. Selama melakukan pengabdian, mahasiswa Ilmu Hukum selain memberikan penyuluhan tentang wawasan kebangsaan juga diisi dengan proses mengajari siswa-siswi  di desa tersebut oleh mahasiswa, mengajari pidato, mengajari cara berhitung dalam bahasa Indonesia dan dalam bahasa Inggris serta diisi dengan acara menarik lainnya. Kegiatan pengabdian ditutup dengan pembagian bingkisan untuk anak-anak  di desa tersebut.

Salah satu tenaga pengajar di Desa Blang Langoe adalah Zahra Herawati menyampaikan ucapan terima kasih. “Kami sangat berterimakasih kepada mahasiswa Ilmu hukum yang telah terjun lansung ke sekolah kami dan turut membantu proses belajar mengajar, sehingga termotivasi bagi siswa-siswi untuk terus semangat belajar dan hal ini terlihat dari antusias anak-anak karena seperti yang kita lihat mereka juga mempunyai cita-cita yang tinggi”, ujar Zahra.

Menurut Zahra, selama ini guru untuk mengajar anak-anak di desa tersebut diisi oleh dua orang masyarakat  termasuk dirinya dan juga oleh dua  dari Babinsa. “Kami sangat berharap adanya guru yang resmi karena mengingat banyak siswa yang putus sekolah karena tidak bisa menyeberang sungai apalagi cuacanya kurang bagus, dan kondisi terburuk kadang-kadang terpaksa anak-anak harus menginap di desa seberang jika hujan turun. Selain itu kami sangat membutuhkan buku-buku untuk siswa agar mereka tidak ketinggalan pelajaran seperti SD lainnya”, ujar Zahra, butuh perhatian serius dari pemerintah.

Usai melakukan kegiatan di sekolah, mahasiswa melakukan evaluasi dan juga mengelilingi perdesaan serta melakukan wawancara secara lansung kepada masyarakat disana sebagai dokumen dan data mengenai perkembangan pembangunan masyarakat dan juga  pembangunan infrastruktur.

Kepala Dusun Dahlil menceritakan kepada mahasiswa bahwa desanya sudah ada sejak akhir tahun 2014 namun,  masih sangat kekurangan disegala aspek kehidipan seperti  penerangan malam yang masih memakai lampu panyet tradisional karena untuk memasukkan arus listrik ke Desa Langoe masih dalam proses.

Selain itu, kata Dahlil,  kendala yang cukup besar yang dihadapi masyarakat Desa Blang Langoe adalah mengenai transportas mulai dari penyebrangan sungai sampai ke jalan yang masih sangat memperhatinkan. Masyarakat Langoe mata pencahariannya mayoritas adalah sawit dan kebun pisang sehingga mereka sangat kekurangan bahan pangan terutama beras dan yang lebih susahnya lagi saat musim hujan terkadang kami harus menunggu sampai 5 sampai 6 hari untuk bisa makan karena tidak bisa menyeberang. “Kami sangat berharap adanya transportasi cepat dan lancar seperti desa desa lainnya” harapnya.

Dalam kesempatan itu, melalui mahasiswa masyarakat Blang Langoe mengharapkan dapat membantu menyurati pihak terkait seperti dinas kesehatan karena di Desa Blang Langoe sudah ada Puskesmas tetapi sangat kekurangan obat-obat dan juga tidak adanya dokter disana sehingga membuat masyarakat selalu khawatir, apalagi  jika anaknya sakit namun air sungai tinggi, sehingga susah menyeberang untuk dibawa berobat.(Zakir)

Lainnya :