Prof. Ilyas, “UTU Harus Lepas dari Berbagai Kepentingan”
  • UPT_TIK
  • 28. 08. 2018
  • 0
  • 613

MEULABOH -“Saya yakin  Prof. Dr. Jasman J. Ma`ruf, SE.,MBA, pada periode kedua kalinya menjadi Rektor Universitas Teuku Umar (UTU)  bisa memahami dan beliau  sudah tau mana titik –titik  rawan dan mana titik-titik yang kira-kira masih  berpotensi untuk ditingkatkan lagi. Pergurun Tinggi (PT) harus dilepaskan dari berbagai kepentingan, termasuk kepentingan politik”, ujar Prof. Ilyas.

Prof. Dr. Ilyas Ismail, SH.,M.Hum, Dekan Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) menegaskan hal itu ketika ditemui tim UTU News, beberapa hari lalu di ruang kerjanya di Banda Aceh. “Saya sudah pernah ke UTU, memang UTU sudah banyak kemajuan, perlu terus ditingkatkan, baik  kuantitas maupun kualitas”.

Dari segi kuantitas misalnya insfrastruktur,  penyiapan  ruang belajar mengajar, administrasi perkantoran, laboratorium termasuk program studi ilmu hukum juga harus punya labor tidak hanya bidang eksakta saja yang memiliki labor, Aula, Masjid kampus yang sekarang hampir rampung dikerjakan, ruang seminar dan hal-hal lain. Insfrastruktur itu untuk mendukung proses belajar mengajar. Namun, itu semua butuh proses.

Menurut Prof. Ilyas, seorang leader utamanya adalah transparansi dalam mengelola Perguruan Tinggi dan  memberi kesempatan yang sama kapada semua sivitas akademika dan kepada tenaga kependidikan  (tendik) untuk meningkatkan kapasitasnya sesuai dengan posisinya masing-masing.

Prof. Ilyas mengatakan,  sumber daya manusia  itu tidak hanya mengandalkan kepinteran, tetapi ia punya integritas. Mengabdi di Perguruan Tinggi itu yang lebih penting komitmen melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi,  bukan pendapatan yang menjadi nomor wahid, tetapi itu hanya sebagai dampak.

Sejak awal apabila seseorang ingin mengabdikan diri di Perguruan Tinggi, apalagi sebagai dosen  termasuk tendik harus banyak mengharapkan pahala dari pada imbalan ekonomi. Jika tidak, berarti tidak ada bedanya yang mengabdi di Perguruan Tinggi  dengan institusi pemerintah yang ada diluar kampus.

Selain itu, kata Prof. Ilyas, perlu kekompakan,  pimpinan harus menjadi teladan. Semoga di UTU tidak ada indikasi primordial. Untuk menghindari primordialisme perlu kita merekatkan rasa dan nuansa kebangsaan yang baik. UTU perlu manajerial yang bagus. Pemimpin itu harus punya integritas, dan integritas itu tidak hanya dalam pemahaman, tetapi dalam implementasinya. (Muzakkir)

Komentar :

Lainnya :