Tatang Muttaqin Beri Kuliah Umum, 'Membangun Nasionalisme Baru' di UTU
  • UTU News
  • 01. 03. 2019
  • 0
  • 282

MEULABOH – Kepala Subdirektorat Pendidikan Tinggi Bappenas, Tatang Muttaqin, Ph.D menyampaikan kuliah umum di depan dosen dan mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU), 27 Februari 2019. Kuliah umum Tatang bertema, ‘Membangun Nasionalisme Baru: Bingkai Ikatan Kebangsaan Indonesia Kontemporer’.

Tatang mengatakan, kalau berbicara nasionalisme di UTU juga tidak terlepas dari bicaca sejarah para pejuang dahulu seperti Teuku Umar Johan Pahlawan, Cut Nyak Dhien itu luar biasa, dan konstribusi para pejuang Aceh yang dulu itu sangat besar bahkan salah satu penyumbang pesawat untuk negara juga dari Aceh.  “Nasionalisme itu sebenarnya bagaimana kita merasakan menjadi orang indonesia. Jadi begitu penting menjadi bangsa”, ujar Tatang yang juga anggota James Coleman Associations, the netherlands

Menurut Tatang, unsur nasionalisme yaitu sikap ideologi, perasaan sejarah, etnisitas, sikap keagamaan, sikap terhadap ekonomi, sikap terhadap politik-birokrasi, sikap terhadap hukum, dan sikap terhadap militer. Ada dua faktor utama yang saling berkombinasi menjadi sumber konflik, pertama; identitas seperti ras, agama dan etnik. Kedua; persepsi terhadap distribusi sumber-sumber ekonomi, politik, dan sosial dalam masyarakat. Bila kedua faktor ini bercampur, maka potensi konflik menjadi sangat tinggi dan mengakar.

 Media massa sebagai saluran transformasi budaya juga sangat besar pengaruhnya terhadap pembinaan nasionalisme Indonesia. Dalam rangka pemantapan dan pengembangan nasionalisme Indonesia, media massa harus memiliki control internal, sehingga mampu berfungsi sebagai saluran transformasi yang membentuk kepribadian dan karakter bangsa yang kuat, bermoral dan bermartabat.

Tatang juga menyampaikan, ikatan kebangsaan adalah suatu kualitas kesadaran setiap warga negara terhadap berbagai aspek yang menyanngkut pemahaman terhadap bangsa dan pengalamannya menjadi warga negara. Tingkat kualitas ikatan kebangsaan itu sendiri bersifat fluktuatif, dapat naik dan dapat pula turun. (Zakir)

Lainnya :