Tiga Mahasiswa UTU Dinobatkan Sebagai Mawapres Tingkat Universitas
  • UTU News
  • 21. 11. 2018
  • 0
  • 790

Tiga Mahasiswa UTU Dinobatkan Sebagai Mawapres Tingkat Universitas

 MEULABOH – Pimpinan Perguruan Tinggi Universitas Teuku Umar (UTU) telah menetapkan/menjadikan tiga mahasiswa sebagai Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) tingkat universitas. Ketiga mahasiswa berprestasi tersebut adalah  juara pertama; Risky Abdullah Saidi (dari Fakultas Teknik), juara kedua;  Yolanda Oktaria (dari Fakultas Kesehatan Masyarakat) dan juara tiga; Dini Hartati (dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik).

Ketiga peraih Mawapres tersebut, telah diberikan hadiah dan penghargaan dari Pimpinan Universitas Teuku Umar pada malam Anugerah UTU Awards ke-4, minggu yang lalu. Mawapres merupakan event dimana mahasiswa  diseleksi menjadi mahasiswa berprestasi terbaik pertama, kedua dan ketiga di setiap universitas negeri di seluruh Indonesia 

Penseleksian awal itu dimulai dari tingkat jurusan masing-masing fakultas lingkup universitas. Yang menjadi penilaian dalam seleksi Mawapres adalah  prestasi akademik dan non akademik, riwayat keaktifan dalam organisasi, bahasa asing (inggris, jepang, perancis, dan lain-lain), LKTI (isi karya tulis dan presentasi), serta bakat yang dimiliki setiap mahasiswa. “Itu semua merupakan faktor penilaian untuk mendapatkan satu orang mahasiswa terbaik di setiap jurusan”, ujar Risky Abdullah Saidi.

Setelah itu, jenjang berikutnya menuju ke tingkat fakultas, dengan penilaian yang sama, namun pesertanya hanya perwakilan setiap jurusan dalam satu fakultas. Berdasarkan tahapan seleksi, untuk selanjutnya panitia seleksi memperoleh satu orang mahasiswa berprestasi terbaik pertama di tingkat fakultas.

Sementara, untuk tingkat universitas, penilaian akan lebih detail dan lebih spesifik, jika di tingkat fakultas presentasi menggunakan bahasa Indonesia, maka di tingkat universitas menggunakan bahasa asing yaitu bahasa inggris. Dari berbagai fakultas yang berada diperingkat pertama universitas, lalu selanjutnya diarahkan mahasiswa yang memproleh prestasi terbaik pertama untuk di seleksi di tingkat universitas untuk mendapatkan terbaik pertama di tingkat universitas.

Setelah mendapatkan terbaik pertama di tingkat universitas, lalu dimajukan lagi ke tingkat nasional, dengan penilaian tetap sama. Namun, seleksi tingkat nasional diwajibkan mempresentasikan isi karya tulis ilmiah dalam bentuk video untuk dikirim ke tingkat nasional. Jika berhasil di tahap awal, maka diteruskan  ketahap presentasi di gedung Ristekdikti di Jakarta. “Inilah langkah-langkah dan kriteria yang diseleksi untuk menjadi mahasiswa berprestasi ditingkat universitas”, ujar Risky Abdullah Saidi. (Zakir)

 

 

Lainnya :